This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 03 Juli 2016

Apple Watch (AW)

Nostalgia ke 2015 yuk guys. 
Dimana tahun itu lah banyak vendor yang berduel menciptakan smartwatch. 

Dan sekarang aku mau bahas vendor yang terkenal yaitu APPLE, yang mana ia juga di tahun kemarin ikut menciptakan smartwatch, yang kita kenal dengan nama APPLE WATCH.

Demam Apple Watch (AW) melanda dunia teknologi. Dengan membawa nama besar Apple, smartwatch AW ini memang menjadi fenomena tersendiri. Eksklusivitas penjualan yang membuat orang penasaran juga menjadi demam AW menjadi-jadi. Selain 'dijual' di toko Apple, AW hanya juga bisa dibeli di butik-butik ternama seperti Lafayette di Paris, Isetan di Tokyo, dan Selfridge di London. Harganya pun dari yang mulai standar USD 549 sampai AW berlapis emas mulai dari harga USD 10.000. 

Membeli AW pun bukan sebenarnya membeli langsung. Ketika Anda datang untuk membeli, sesungguhnya Anda memesan. Untuk kemudian AW akan dikirim ke rumah Anda beberapa hari kemudian. Apple bukan produsen yang merilis pertama kali smartwatch.

LG, Samsung, dan Motorola telah merilis smartwatch berbasis Android Jellybean pada kuartal dua tahun lalu. Dengan harga yang lebih murah dari AW, LG G Watch dibanderol dengan harga USD 299. Sedang Samsung dengan Samsung Gear Live hanya ditawarkan dengan harga mulai USD 199. Lalu diikuti Motorola Moto 360 dengan harga mulai USD 149. Baru-baru ini pun, Swatch sebagai produsen ternama jam, juga sedang bereksperimen dan akan merilis smartwatch-nya sendiri. Kabarnya, Swatch akan merilisnya di awal 2016 nanti. Asus, Sony, Pebble, dan Vector juga beberapa vendor yang menawarkan smartwatch. Dengan banyak vendor teknologi berlomba menciptakan smartwatch terbaik, konsumen pun merespons. 

Lalu pertanyaan untuk kita orang Indonesia. Perlukah kita membeli smartwatch? 

Beberapa hal yang yang benar-benar harus kita perhatikan agar fungsi smartwatch benar-benar kita rasakan adalah sebagai berikut: 
1. Smartwacth hanyalah aksesoris dari smartphone kita Smartwatch hanyalah aksesoris smartphone Android Anda. Walau hardware atau jeroan smartwatch bagus, namun tidak semua dapat mengoperasi apa yang smartphone bisa lakukan. Dari dimensi, layar sentuh pada smartwatch tidak semaksimal pada smartphone. Sehingga, kadang Anda harus agak bersusah payah melihat notifikasi sosial media di smartwatch Anda. Atau mencari kontak telepon, kadang Anda harus memberi voice command (perintah suara). Jadi jangan sangka pintarnya jam tangan Android Anda, sepintar smartphone Anda. AW dilengkapi dengan sensor pemantau detak jantung. AW akan memantau detak jantung pemakainya setiap 10 menit sekali. Sehingga, pengguna AW bisa tahu jika detak jantung kurang dari 72 bpm (beats per minute). Sayangnya, bagi orang bertato di tangan, sensor ini tidak bekerja dengan baik. Samsung pun sedang mengembangkan sensor Biosignal ID pada smartwatch-nya. Sensor ini dapat meng-unlock smartwatch dengan sidik jari dan gestur. Semua demi privasi penggunanya. Lalu, perlukah semua fitur ini bagi kebanyakan orang Indonesia? Saat smartphone masih menjadi andalan. 

2. Koneksi Internet yang masih mengkhawatirkan di Indonesia untuk para geek gadget, mungkin sudah mewaspadai hal ini. Dimana koneksi internet di Indonesia yang kembang-kempis, naik-turun. Menggunakan smartwatch ini mungkin agak kecewa. Karena, rata-rata fitur di smartwatch yang ter-sync smartphone, menggunakan koneksi internet yang baik. Google Voice Recognition misalnya, fitur ini harus terkoneksi langsung dengan internet. Untuk mengucapkan voice command, maka Google akan langsung terkoneksi internet untuk mencari hal atau file yang Anda mau. Belum lagi aplikasi sosmed, Google Map, cuaca, dll. Selain smartphone menuntut koneksi internet dari provider. Smartphone Anda juga akan 'dibebani' koneksi internet dari smartwatch Anda. Ini yang terjadi pada smartwatch versi Android. Pada AW, sinkronisasi dengan iPhone tentunya membutuhkan koneksi internet yang baik. Tim Cook sesumbar bahwa dengan menggunakan AW, iPhone dapat ditinggalkan di rumah. Namun menilik koneksi internet di Indonesia, optimasi fitur tentunya akan kurang maksimal. Layanan koneksi pun ditebus harga yang mahal. Juga, melihat jangkauan lokasi yang kadang tidak terjangkau koneksi data yang baik. Smartwatch pun nantinya hanya sebagai jam tangan pemberi informasi waktu saja.

3. Daya tahan baterai smartwatch yang belum maksimal Sebagai jam tangan, tentunya daya tahan baterai menjadi komponen utama. Kebanyakan smartwatch belum mampu memberi solusi dari daya tahan baterai ini. Smartwatch akan serupa smartphone di mana me-recharge baterai harus berkala. Jika sering digunakan, maka me-recharge pun harus sesering mungkin. Plus koneksi pada internet dan sensor yang terus berjalan, daya tahan baterai akan cepat habis. Dengan baterai yang tidak besar, baik ukuran maupun tegangan, Anda harus benar-benar memperhatikan hidup smartwatch dalam satu hari. AW, Samsung Gear dan Motorola Moto 360 hanya mampu bertahan dengan baterai full selama satu hari. 

Namun dengan setting hemat baterainya beberapa jam tambahan bisa didapat. Pebble, dengan smartwatch-nya Pebble Steel diklaim mampu bertahan selama 7 hari untuk daya tahan baterainya. Swatch saat ini sedang meriset smartwatch versinya dengan daya tahan baterai yang wah. Mereka mengklaim, smartwatch yangq muncul 2016 ini mampu bertahan sampai 6 bulan dengan sekali me-recharge. Kita pun kembali bertanya, perlukan kita smartwatch? Pada beberapa orang, seperti eksekutif, gadget geek atau para techies, smartwatch penting adanya. Terus memantau perkembangan tekno sembari merasakan sendiri teknologi yang ada, menjadi hal yang lumrah. Sedang untuk orang awam, atau mengikuti tekno hanya sampai pada membaca berita saja, smartwatch kurang begitu penting. Alih-alih ingin terlihat up-to-date dan canggih, smartwatch malah akan menjadi jam tangan biasa. Dengan beberapa keterbatasan smartwatch saat ini, membelinya mungkin harus benar menanti waktu yang tepat. Saat smartwatch benar-benar jam tangan tahan lama dan pintar adanya. Tentunya, dengan koneksi data yang baik dan harga yang wajar. 

Artikel dari saya semoga bisa membantu teman yang telah mereques untuk membahas AW.

Bagaimana? Kalian tertarik untuk beli? Coba deh difikir matang-matang dan ikuti terus info menarik di sini ya guys.

-soff

Selasa, 03 Mei 2016

Siapakah Michael Dell?

Hey whatsapp guys..

___________________________________________________________________________
“Our business is about technology, yes. But it’s also about operations and customer relationships.”
___________________________________________________________________ 

Michael Dell adalah pendiri perusahaan komputer Dell, Inc Dia menciptakan salah satu perusahaan komputer yang paling menguntungkan di dunia dengan penjualan tahunan sampai $ 50 miliar dolar Amerika. Dell juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan daftar posisi ke-4 dalam daftar Forbes kaya Amerika pada tahun 2005 dengan estimasi senilai $ 18 miliar.
Michael Saul Dell dilahirkan pada tanggal 23 Februari 1965 di Houston ke ortodontis ayah dan ibu yang bekerja sebagai manajer uang. Dell tertarik pada komputer dari usia yang sangat muda dan sudah menarik mereka terpisah pada usia 15. Dia kuliah di University of Texas dengan harapan untuk menjadi dokter namun studi ditinggalkan untuk memulai usaha sendiri di baru 19 tahun.
Dengan hanya satu ribu dolar di saku Dell mulai "PC's Limited" pada tahun 1984. Dari asrama universitas kamarnya Dell mulai membangun dan menjual komputer pribadi dari komputer bagian saham. Ide yang mengatur pengusaha muda terpisah dari orang lain adalah menjual langsung kepada pelanggan, bukan melalui pihak ketiga untuk menjual produknya.
PC's Limited memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan komputer mereka sebelum kustom dibangun untuk spesifikasinya. Harga dapat disimpan juga jauh lebih rendah daripada kompetisi Limited PC karena mereka tidak memiliki toko untuk mempertahankan atau perantara untuk membayar komisi kepada. Semua komputer yang dijual langsung kepada pelanggan dengan menggunakan formulir pemesanan, pesanan telepon, dan sekarang pesanan Internet.
Pada tahun 1988 PC's Limited memiliki berubah nama menjadi "Dell Computer Corporation" dan memiliki penawaran umum perdana (IPO) yang menghargai perusahaan di sekitar $ 80 juta. Pada tahun 1992 Dell Computer Corporation yang terdaftar di daftar Fortune 500 dari lima ratus perusahaan terbesar di dunia, membuat Michael Dell CEO termuda yang pernah memimpin sebuah perusahaan Fortune 500.
Perusahaan terus tumbuh dan berkembang secara dramatis dari tahun ke tahun, akhirnya menjual lebih banyak komputer di Amerika Serikat daripada perusahaan PC lainnya (termasuk Compaq).
"Dell Computer Corporation" menjadi "Dell Inc" saat mereka pindah ke wilayah bisnis. Dell Inc sekarang memiliki berbagai produk yang termasuk memperluas sistem hiburan rumah dan perangkat pribadi.
Michael telah menerbitkan bukunya sebagian otobiografi "langsung Dell Dari: Strategi Itu sebuah revolusi Industri". Buku ini ditulis dalam gaya, menghibur cepat tanggung yang menjelaskan bagaimana Dell berbalik perusahaannya senilai $ 1.000 ke mega-korporasi lebih dari $ 100 miliar.
Dell mengundurkan diri dari perannya sebagai CEO di Dell Inc pada tahun 2004 tetapi tetap menjadi Ketua Dewan.
Michael Dell menggunakan sebagian dari kekayaan yang besar untuk kegiatan amal, dan telah memulai "Michael dan Susan Dell Foundation" dengan istrinya Susan. Organisasi ini memiliki komitmen untuk meningkatkan kehidupan anak-anak di Amerika Serikat maupun internasional. Sebuah surat dari Susan dan Michael Dell menyatakan bahwa peran yayasan ini adalah untuk fokus pada "pendidikan yang berkualitas .. dan kesehatan yang baik bagi anak-anak Kami menyadari bahwa masalah tersebut secara langsung terhubung.. Jika anak-anak memiliki sarana yang diperlukan untuk merawat mereka badan dan pikiran sekarang, potensi untuk sukses pada masa mendatang sangat meningkat. "

Senin, 02 Mei 2016

MY FINAL PROJECT SOFFI NURAFNI-MAGIC PRESENT





My Final Project.

Magic Project.

Magic Present.



Mega Film.



Don't forget for subcribe



Danken..

Multicame





Multicame edited by Edius Software.

Editor by SOFFI NURAFNI ASHARI.



Don't forget for subcribe.



Danken ya Guys..

Soffi Edius



Multicame Plus Karaoke Dengan Menggunakan Software Edius.

Editor by Soffi Nurafni Ashari.

Jangan lupa subcribe ya guys...



Makasih.. :v

DJI Introducing the Ronin



Pengenalan tentan Dji Ronin. Kece banget. Cara pakenya juga mudah. Selamat menonton dan memahami. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa subcribe ya..

Minggu, 01 Mei 2016

Tutorial Terbang After Effect Bahasa Indonesia

Ini dia tutorial terbang dengan after effect. Magic Fly With After Effect.

Selamat mencoba..

Semoga berhasil :)

Disqus Shortname

Comments system